Archive

Posts Tagged ‘Fianna Fáil’

Rese, benar hari ini?

[May] [31] [2011] 2 comments

hari ini rapih betul saya pake baju ke lab meski tidak biasanya karena, pertama ingin diskusi dg prof perihal riset tambahan dan penguatan, kedua bawa laptop, sengaja bawa laptop ke lab, ketiga pake baju super rapih lah, sampe pake parfum segala, biar gak bau, soalnya musim panas dah mulai tiba, so, keringat mudah keluar kalo musim gini, apalagi kalo gak pake baju yg bersih dan rapih, ampun dah pasti bau, dan aye gak biasa pake baju ringsek meski tidak ada lagi baju, kalo aye suka baju, mesti itu2 terus yg dipake…hehehe, ga tau neh gejala apa ya?

cerita punya cerita, bocah2 lab pada mendekat, hi you used parfum too strong, dasar rese, udah gw kasih tau ini baju kemarin, gw males ganti, biar gak apek dan bau gw tambahin parfum dikit sisa kemarin, masih aja protes, protesnya dah ditulis di email lah, bilang lah, benar2 neh….rese benar!

dalam hati, dasar bocah, mengerjain gw mulu neh.!!!

Safety Engineer, apa bisa mengendalikan gejala alam!

[May] [21] [2011] Leave a comment
ball-and-stick model of CO2: carbon dioxide

Image via Wikipedia

to be safety engineer is not a dream for every teenager to master that dream, just only a nighmare how chernobyl and fukushima explosion of nuclear power plant can be handled by the genius safety engineer, all of this dream just only will keep by hard conducting to understand the nature habitually life in rolling life as naturally which found every decade, lately how is japan thusami, merapi mountain volcano in Indonesia, another Thusami disaster in each of Indonesia island, also in the middle of the earth with japan topografy with every accident will be happened each day even every time it wishes.

focusing to be safety engineer in computer science, this approaching is an art and science in technology development which is researched by all genius people to make life better, near miss, eventually totaly fo reliable in life style today. this engineering metholody is always to be developing, deresearching every time by comparation with old experience in analysis and result of the fact. Internet engineering development today make all the world as a ball, just touching the screen all the another activities life digitally are commonly easy to reach.

in this fact, we will find many problems in indonesia life style, with citizen composition, mountain volcano with complicated nature, the equator line, tropical forest as the great issue to produce fresh air as accumulation of O2 [ 6 CO2 + 6 H2O + photons → C6H12O6 + 6 O2 (or simply carbon dioxide + water + sunlight → glucose + dioxygen) ]. Indonesia is the ciritical issue in the world as source of producing of CO2  [CO2 + H2O is in equilibrium with H2CO3]. because of CO2 producing which is raised up from forest fire, old coal explosion, firing by local nomaden farmer, all these cases effect unstabil flora and fauna neither of life in the world today.

all these issues can be warded by reboitation of critical land, by plantation of the deforestation, deforestion campaign, one people one million trees to plant, all the approaching is gaining for conducting the reduction forest exploration, which finally unstable life in the world, watch the fact below !

Regards

Konspirasi Pendidikan di US, Apa ada percikannya di Indonesia?

[May] [18] [2011] 2 comments

“College conspiracy di Indonesia, bukan suatau wacana lagi namun sudah menjadi kenyataan beberapa dekade yang lalu dengan BHMN untuk beberapa kampus besar(katanya besar!). dimana sepak terjang dan sistem penerimaan mahasiswa barunya adalah melalui sistem yang ditentukan sendiri oleh kebijakan majelis rektorat universitas/institut yang bersangkutan, dengan sistem BHMN ini management universitas mengandalkan peran serta para alumni untuk berkontribusi besar membangun nama besarnya yang ujung2nya adalah kepentingan politik dan kekuasaan, seperti juragan A berkontribusi terhadap almamaternya kemudian akan menjadi nama gedung atau jalan di lingkungan kampus tersebut, dari berbagai permasalahn dan kompleksitasnya serta tidak stabilnya ekonomi di Indonesia, akhirnya BHMN tidak terlalu kuat dan entah kemana sekarang nasibnya, karena universitas tetap mengutamakan kualitas untuk meluluskan dan menentukan target daya saing universitas di kancah nasional maupun internasional, akhirnya kembali ke pangkuan kekuasaan yang nyata melalui kementerian terkait (gak usah disebut) yang jelas-jelas sistemnya tidak merata. dan akhirnya diratakan, dan saat ini tidak ada istilah anak pintar tidak bisa sekolah, laporkan dan data diri segera, pihak kementerian terkait akan memfollow up semaksimal mungkin.!

“College conspiracy” di indonesia berujung karena tidak adanya kesejahteraan dan kepuasan dengan keterbatasan infrastruktur daya dukung kelas, sarana praktikum, dan kecilnya income yg diterima sehingga lahirlah mafia-mafia pendidikan baik dari kampus raksasa hingga kampus gurem di pelosok dengan sistem pengemasan yang berbeda, elegan, halus, tak terlihat dan bahkan kasar dan keras sistemnya. inilah yang menjadi problematika kesenjangan dan ketidak siapan dunia kerja dalam menerima lulusan-lulusan dalam negeri dan akhirnya menjual produk keluar dan banyaknya lulusan2 kita yang betah di luar negeri dengan apresiasi yang tidak bisa dibandingkan dg Indonesia serta didukungnya oleh beberapa penggagas dengan slenehan “gak usah pulang dulu ke Indonesia, pulang ke Indonesia paling tidak ada tempat utk improvisasi serta siap2 menghadapi resistensi jagoan kandang/alumni local!”

Para tenaga pendidik dalam kapasitas ini “dosen” yang merupakan warna dari setiap universitas memilih dan memiliki cara sendiri untuk menangkat prestise setiap jurusan minat yang dikelolanya, namun tak jarang karena kecilnya income yang diterima secara gross salary untuk kebutuhan hidup yang kian meningkat akhirnya “College conspiracy” menjadi cara dan approaching yg berbeda-beda. BHMN tidak terlalu kuat karena tergantung peran serta dan kontribusi alumni yg akhirnya ketergantungan terus menerus dan banyaknya unsur “take and give” untuk beberapa pihak tertentu.

hal ini sangat komplek melihat kenyataan sesungguhnya di Indonesia, artinya, bagaimana anak cerdas tak mampu secara ekonomi mau kuliah lha wong untuk makan aja susah, hal ini masih banyak ditemui di Indonesia, sementara beberapa kalangan yang bisa membeli “Kursi” PTN yang akhirnya kuliahnya “mandeg” karena kapasitas kemampuan anak tidak bisa diukur oleh reliability uang berujung anjloknya kualitas universitas itu, semisal jaman saya dulu sekitar tahun 2001/2, praktik itu sudah diimplementasikan pada akhirnya, “college” ybs mendapatkan getahnya sendiri, siapa menuai dialah yg memanen, dampaknya kembali ke pada dirinya sendiri, bicara kualitas adalah bicara ukuran berupa standar nilai kemampuan daya fikir, daya rasa, daya karsa, daya cipta dan daya raga(olah raga) bukan bisa seberapa banyak “uang” yg bisa disetorkan untuk memuluskan jalan. melihat kenyataan ini akhirnya menjamur praktik “korupsi” di dunia pendidikan yang berimbas dan rendahnya kualitas lulusan serta daya saing di dunia kerja dan dunia industri secara signifikan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 217 other followers