Archive

Posts Tagged ‘Government’

Konspirasi Pendidikan di US, Apa ada percikannya di Indonesia?

[May] [18] [2011] 2 comments

“College conspiracy di Indonesia, bukan suatau wacana lagi namun sudah menjadi kenyataan beberapa dekade yang lalu dengan BHMN untuk beberapa kampus besar(katanya besar!). dimana sepak terjang dan sistem penerimaan mahasiswa barunya adalah melalui sistem yang ditentukan sendiri oleh kebijakan majelis rektorat universitas/institut yang bersangkutan, dengan sistem BHMN ini management universitas mengandalkan peran serta para alumni untuk berkontribusi besar membangun nama besarnya yang ujung2nya adalah kepentingan politik dan kekuasaan, seperti juragan A berkontribusi terhadap almamaternya kemudian akan menjadi nama gedung atau jalan di lingkungan kampus tersebut, dari berbagai permasalahn dan kompleksitasnya serta tidak stabilnya ekonomi di Indonesia, akhirnya BHMN tidak terlalu kuat dan entah kemana sekarang nasibnya, karena universitas tetap mengutamakan kualitas untuk meluluskan dan menentukan target daya saing universitas di kancah nasional maupun internasional, akhirnya kembali ke pangkuan kekuasaan yang nyata melalui kementerian terkait (gak usah disebut) yang jelas-jelas sistemnya tidak merata. dan akhirnya diratakan, dan saat ini tidak ada istilah anak pintar tidak bisa sekolah, laporkan dan data diri segera, pihak kementerian terkait akan memfollow up semaksimal mungkin.!

“College conspiracy” di indonesia berujung karena tidak adanya kesejahteraan dan kepuasan dengan keterbatasan infrastruktur daya dukung kelas, sarana praktikum, dan kecilnya income yg diterima sehingga lahirlah mafia-mafia pendidikan baik dari kampus raksasa hingga kampus gurem di pelosok dengan sistem pengemasan yang berbeda, elegan, halus, tak terlihat dan bahkan kasar dan keras sistemnya. inilah yang menjadi problematika kesenjangan dan ketidak siapan dunia kerja dalam menerima lulusan-lulusan dalam negeri dan akhirnya menjual produk keluar dan banyaknya lulusan2 kita yang betah di luar negeri dengan apresiasi yang tidak bisa dibandingkan dg Indonesia serta didukungnya oleh beberapa penggagas dengan slenehan “gak usah pulang dulu ke Indonesia, pulang ke Indonesia paling tidak ada tempat utk improvisasi serta siap2 menghadapi resistensi jagoan kandang/alumni local!”

Para tenaga pendidik dalam kapasitas ini “dosen” yang merupakan warna dari setiap universitas memilih dan memiliki cara sendiri untuk menangkat prestise setiap jurusan minat yang dikelolanya, namun tak jarang karena kecilnya income yang diterima secara gross salary untuk kebutuhan hidup yang kian meningkat akhirnya “College conspiracy” menjadi cara dan approaching yg berbeda-beda. BHMN tidak terlalu kuat karena tergantung peran serta dan kontribusi alumni yg akhirnya ketergantungan terus menerus dan banyaknya unsur “take and give” untuk beberapa pihak tertentu.

hal ini sangat komplek melihat kenyataan sesungguhnya di Indonesia, artinya, bagaimana anak cerdas tak mampu secara ekonomi mau kuliah lha wong untuk makan aja susah, hal ini masih banyak ditemui di Indonesia, sementara beberapa kalangan yang bisa membeli “Kursi” PTN yang akhirnya kuliahnya “mandeg” karena kapasitas kemampuan anak tidak bisa diukur oleh reliability uang berujung anjloknya kualitas universitas itu, semisal jaman saya dulu sekitar tahun 2001/2, praktik itu sudah diimplementasikan pada akhirnya, “college” ybs mendapatkan getahnya sendiri, siapa menuai dialah yg memanen, dampaknya kembali ke pada dirinya sendiri, bicara kualitas adalah bicara ukuran berupa standar nilai kemampuan daya fikir, daya rasa, daya karsa, daya cipta dan daya raga(olah raga) bukan bisa seberapa banyak “uang” yg bisa disetorkan untuk memuluskan jalan. melihat kenyataan ini akhirnya menjamur praktik “korupsi” di dunia pendidikan yang berimbas dan rendahnya kualitas lulusan serta daya saing di dunia kerja dan dunia industri secara signifikan.

Mohon Jakarta harus dirombak bukan hanya Koalisi yang dirombak, Bapak!

[May] [5] [2011] Leave a comment
Electrified railwaytrack section between Antjo...

Image via Wikipedia

Sekitar 20% lalulintas kendaraan dari dan ke Jakarta terkait dengan kegiatan pelabuhan Tanjung Priok. Adalah lebih bermanfaat untuk memindahkan kegiatan Pelabuhan utama Republik Indonesia ke lokasi di Propinsi Banten sehingga tekanan kemacetan lalulintas di Jakarta berkurang. Realokasi kegiatan pelabuhan tersebut juga akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya bongkar muat barang.

Dengan total penduduk Jabotabek sebanyak 28 juta, kebutuhan terhadap transportasi publik yang memadai harus jadi prioritas utama. Bukan sesuatu hal yang terlalu sulit untuk melakukan restrukturisasi finansial dan penyelesaian proyek monorail secepat mungkin. Program pembangunan jaringan subway, diatas maupun dibawah tanah, tidak hanya ke pusat kota tetapi lingkar-lingkar luar kota, harus dipercepat dan di perluas secara lebih agresif. Bayangkan jumlah pekerjaan yang dapat diciptakan, langsung maupun tidak langsung.

Untuk memacu birokrasi, Bang Ali Sadikin pernah bercerita bahwa dia selalu memotong anggaran yang diajukan 30 – 50% dan mempercepat penyelesaian proyek-proyek setengah dari waktu yang direncanakan oleh birokrat bawahannya. Dan ternyata bisa tuh..! Kondisi keuangan DKI zaman Gubernur Ali Sadikin tahun 1970-an sangat minim tetapi  fasilitas dan infrastruktur publik yang dibangun sangat banyak dan beragam. Saat ini DKI sangat kaya, tetapi fasilitas dan infrastruktur publik yang dibangun sangat minim.

curah hujan di Jakarta tanggal 25 Oktober sangat tinggi mencapai 110 mm (110 L/m2), rakyat Jakarta menerima air hujan bersih gratis dari Tuhan Yang Maha Esa sebanyak 72 juta m3, atau senilai Rp. 500 milyar (asumsi air bersih Rp.7000/m3). Bayangkan rahmat yang sedemikian besarnya justru jadi sumber malapetaka dan langsung terbuang ke laut.  Seandainya Pemda DKI mengharuskan setiap tanah dan bangunan seluas 100 m2 wajib membangun sumur resapan, maka anugerah Tuhan tersebut justru akan menjadi berkah karena sebagian besar akan masuk menjadi air tanah dan menjadi cadangan air ketika musim kering. Sudah tentu, sungai-sungai dan kali-kali di Jabotabek harus di keruk dan diperbaiki, dan perlu dibangun jaringan kanal dan bendungan untuk memanfaatkan air hujan semaksimal mungkin. Perlu dicatat bahwa sebagian besar daerah di Australia menggantungkan sumber airnya dari air hujan yang sangat jarang turun dengan curah hujan yang sangat rendah.

bisa mencontoh negara lain, dengan hanya mengizinkan mobil pribadi bernomor ganjil pada hari Senin, nomor genap pada hari Selasa, dst. Memang sekelompok orang kaya akan memiliki mobil bernomor genap dan ganjil. Tetapi jika kebijakan ini diterapkan, paling tidak jumlah kendaraan dijalanan setiap hari akan berkurang sekitar 35%. Sudah tentu, Pemda DKI bersama swasta harus menyediakan lebih banyak busway, bus-bus baru yang nyaman untuk publik. Solusi ini hanya bersifat temporer, sementara Pemda DKI membangun secepatnya jaringan monorail dan subway. Solusi temporer lainnya adalah dengan mengubah awal jam kerja pegawai negeri dan swasta, serta jadwal sekolah anak-anak SD sampai SMA sehingga kepadatan lalulintas berkurang.

Pada tingkat nasional, prioritas pembangunan transportasi harus lebih mengutamakan jaringan transportasi publik, bukan hanya untuk transportasi pribadi. China saat ini memiliki jaringan rel kereta api total 86.000 km, dan akan bertambah menjadi 110.000 km, termasuk 16.000 km jalur kereta api berkecepatan tinggi. India memiliki jaringan rel kereta api total 63.000 km. Kedua negara tersebut memberikan prioritas utama pada jaringan rel karena kereta api adalah sarana transportasi rakyat dan barang yang paling murah. Indonesia memiliki jaringan kereta api total  6.800 km, dan yang berfungsi hanya 4.600 km. Bayangkan kalau kita membangun jalur kereta api diseluruh pulau-pulau besar Indonesia. Rakyat akan sangat bergembira, ongkos kirim barang pertanian, perkebunan, pertambangan akan sangat murah dan jutaan pekerjaan akan tercipta.

Ringkasan:

  • membangun jalur subway bawah tanah, busway atas tanah dan flyover berbayar utk private car dan industri dg dana PHLN, urunan pemda, pemprov, pemkot dan Kem.Perhubungan serta BUMN/BUMD.
  • buat penampungan curah hujan biar airnya bisa dijual seperti di ausie untuk income passive.
  • pengendara motor disediakan jalur sendiri, dan mobil pribadi (parkir dan pajak ditinggikan dengan komitmen basmi mafia pajak)
  • diikuti di pulau-pulau besar di seluruh Indonesia, lapangan pekerjaan terbuka, pertanian, perkebunan,jalur transportasi lancar dan tidak ada kemacetan.
  • berusaha mencari pemimpin 2014 yg punya ambisi menekan pengangguran, menekan kemacetan, menaikan angka ekonomi serta memiliki kompetensi untuk G-20.

Jakarta Saaat ini :

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 217 other followers