Analysis Kebijakan

[September] [22] [2017] Leave a comment

analys

Advertisements
Categories: my Ref

Update Tulisan Lagi.

[November] [6] [2014] Leave a comment
Categories: my Ref

Poster CISAK12 yang salah Cetak.

[July] [13] [2012] Leave a comment
Poster Cisak salah Cetak

Poster CISAK 2012 yang salah cetak, dan akhirnya poster yang paling kecil

Categories: Computing Tags: , ,

disitu menulis, disini menulis juga.

[April] [22] [2012] Leave a comment

akhirnya kembali, setelah sekian lama menghilang, pergi dan datang tak tentu dan membuat orang lain bertanya-tanya :

pengalaman kuliah di luar negeri ternyata lebih menarik daripada kuliah di dalam negeri, banyak waktu terbuang sia-sia selama dalam perjalanan selama kuliah di luar negeri, tak ada dinamisasi kecuali hanya menggunakan fasilitas yang ada, baik, kita menulis ya, disitu menulis, disini juga menulis.

1. hari ini sudah memulai merevisi thesis master, meski topik2 utk disertasi sudah dibuat dengan mengembangkan topik yang ada.

2. kumpulan dari tulisan ini adalah terkait dengan boombing korea dengan teknologi dimana-mana (dibaca: ubiquity) meski sejak dari tugas akhir undergraduate yaitu menciptakan mobile-government yang sudah dipakai di malang.

3. hanya perlu 16 hari utk menyelesaikan tulisan ini, dilengkapi algoritma, software system, dan tentunya analisa, arggggggggggggh ga hebat.

4. sudah banyak tema tentang paranoid android, dll, tapi ini tidak hanya android, namun semua flatform…….aisssssss harus dinormalisasi cong.

5. iseng-iseng, semoga jadi berangkat ke beijing utk jalan2 international lagi……………….(next juli)

6. di bulan april ini, selain menunggu anggota baru, dapat trip keliling tanah air, keliling singapore(meski sekitaran changi) dan tentu dapat panasnya sekitaran candi borobudur.

7. pokoknya, disitu menulis, disini harus dibereksan tulisan.

8. selama terdampar di busan, korea selatan kurang dari 2 tahun. setidaknya 1 jurnal internasional, 1 jurnal nasional dan tentunya 2 proceeding IEEE conference yg tak perlu disebutkan sudah didalam amplop utk bekal menjemput PhD. meski sudah dirayu-rayu sudah harus diselesaikan 2 tahun lagi.

Categories: Bocah Lab

Update Blog, Menuju tahun dan suasana baru.

[March] [4] [2012] Leave a comment
Hujan Turun

Hujan Turun

Hari ini,di sekitaran Korea selatan, busan dan sekitarnya sudah mulai berjatuhan air hujan, begitupun di Indonesia, Jakarta sebelum sudah sering hujan bahkan sepanjang awal tahun, pemandangan sehari-hari di Indonesia, hanya deraian air hujan yang tak kunjungi berhenti.

lama sudah tidak menengok blogku ini, setelah lama uzdur dan berkabung kini datang lagi dengan suasana baru, ada yang datang dan ada yang pergi, semuanya berputar pada porosnya.

 

jurus jitu, menuju suasana baru ini adalah membawa payung sebelum hujan, karena cuaca hari ini hujan melulu.

 

jalan2 musim hujan memang menyenangkan, selain udaranya sudah mulai sedikit panas, juga udara segar selalu terasa nyaman.

suasana dan tahun baru ini tak akan ditinggalkan begitu saja, tahun ini adalah tahun kebangkitan, tahun kedatangan anggota keluarga baru dan tahun sebelumnya adalah tahun kepergian, semuanya serba tak terasa cepat, hanya satu yang membedakan lambat, yaitu keyakinan dan harapan untuk hidup lebih baik.

setiap orang punya rencana sendiri-sendiri, tapi rencana itu tak akan seindah yang difikirkan, ada tangan tuhan yang bercampur dalam rencana itu.

yakin dengan penuh kepastian, bahwa rencana update blog, dan menuju tahun dan suasana baru adalah suatu keniscayaan dalam hidup ini.

satu hal yang akan membuat kita berubah, usia yang tak akan pandang bulu terus menerus melanjutkan kehidupan ini…

Categories: curcol

The Cute And The Hot [^_^]

[November] [29] [2011] Leave a comment

Banyak Lelaki berpikir harus ganteng dulu supaya bisa dapat pacar. Tetapi saya justru banyak menemukan lelaki keren mentereng yang kesulitan mendapatkan pasangan. Kejadian seperti ini sama persis seperti yang dialami anak-anak muda, yang baru merintis usaha yang habis-habisan fokus pada produk kebanggaannya.

 Seorang remaja misalnya, komplain kepada adik-kakaknya yang kesemuanya perempuan. Sebagai satu-satunya anak lelaki ia merasa ada yang kurang beres. Ia lalu bertanya kepada adiknya, “apakah saya kurang keren?” Adiknya berkata dengan bahasa gaul “kakak cute kok!” Cute berarti keren, tidak jelek, si adik menyimpulkannya setelah bergunjing dengan “geng”-nya di sekolah, tetapi mengapa kakak “cute” tidak dapat cewek?

HOT: Action

Mudah saja dijawab, ternyata cewek-cewek itu bukan mencari yang cute, melainkan yang hot. Cowok-cowok yang keren sering kali tidak hot, manja, menunggu dilamar, tinggi hati, dan hanya sibuk berdandan. Sekarang Anda jadi mengerti bukan, mengapa banyak perempuan cantik yang tidak jatuh ke pelukan laki-laki cute? Bahkan Anda sering menghujat, “lha kok cowoknya parah banget? Nggak selevel?” Masalahnya, merekalah yang berani mendatangi, bolak-balik tak kenal lelah.

 Itulah reality show. Sekali lagi bukan yang cute, melainkan  yang hot-lah yang dicari. Ini sama persis dalam dinamika bisnis di era Cracking Zone. Pasar bukan mengejar produk yang cute, melainkan yang hot. Barang-barang yang cute tidak beredar, sedangkan yang hot, meski kurang-kurang sedikit, bahkan maaf, kadang juga yang kurang bagus, melenggang lancar di pasar karena ia digerakkan, pemikiknya aktif mendatangi pasar.

 Saat menulis kolom ini saya pun sedang berada di Banda Aceh, menghadiri Festival Kopi Aceh tak jauh dari Masjid Raya kesohor itu. Di antara tenda-tenda peserta, saya mendatangi UMKM binaan Rumah Perubahan secara on the spot. Dengan jelas kami bisa membedakan mana saja UMKM yang akan maju dan mana yang akan diam di tempat: Mereka yang diam itulah yang tendanya bagus dan asyik sendiri. Sedangkan yang hot, aktif mendatangi. Ini sama persis dengan UMKM yang dibawa pemda-pemda ikut pameran ke luar negeri.

UMKM yang hot sudah siap dengan aneka brosur dan kartu nama, sedangkan yang cute sibuk menyiapkan display produk dan stand. Kita tahulah bagaimana kerja birokrasi yang masih banyak digerakkan prinsip “sekedar menghabiskan anggaran.” Dengan prinsip itu, pemerintah sudah pasti tidak mendapatkan lokasi pameran yang “hot”. Jadi letaknya tidak pada posisi yang strategis, menyempil di dalam-dalam kotak yang tersudut. Pada posisi seperti ini, Departemen Perdagangan lebih senang menghabiskan uangnya untuk membuat desain stand yang ”cute”, ditambah sejumlah kegiatan Public Relations yang ditopang wartawan dari dalam negeri.

 Wartawan yang tidak kritis “tertipu” habis karena hanya menyajikan berita betapa “cute”-nya stand  pameran Indonesia. Seakan-akan yang cute itulah yang sukses. Statistik yang diberikan pemerintah juga amat impresif. Tapi tanyakanlah kepada pelaku-pelaku UMKM yang “cute” tadi, apakah betul mereka mendapatkan order?

 Beberapa tahun yang lalu ada anak muda yang ikut pameran pariwisata yang amat terkenal di Berlin. Sewaktu saya kunjungi saya tertegun karena ia tak berada di dalam area stand pemerintah Indonesia. Ia berkeliling sambil membawa sebuah hand luggage  beroda dan bersama temannya membagi-bagikan brosur pada para pengunjung yang keluar dari area standpemerintah Malaysia, Turki, Thailand, atau Israel. Maklum itulah empat negara yang gencar berpromosi dan paling banyak dikunjungi calon-calon “buyer” dan travel agents.

 Sementara pelaku-pelaku pariwisata Indonesia mengeluh pada pemerintah karena pamerannya gagal, anak muda itu justru mendapatkan “pacar”, yaitu order dari mancanegara.

 Jadi, cracking zone ini memang penuh jebakan batman, kita mengira segala yang cute akan digemari, nyatanya tidak demikian. Sama juga dengan wirausahawan-wirausahawan muda yang hanya sibuk dengan pengembangan produk tok.Produk yang cute tak akan otomatis bergulir. Malaysia saja alamnya tak se-“cute” Indonesia bisa mendapatkan turis lebih banyak. Tentu bukan karena prinsip “the cute”. In real life, the hot is the darling!

Categories: Bocah Lab, Pendidikan

my becycle and the Jirisan Tour of 11-11-2011

[November] [13] [2011] Leave a comment

This slideshow requires JavaScript.

Categories: Bocah Lab
%d bloggers like this: